Sunday, February 19, 2017

Cara Mudah Menanam Pohon Gaharu

Baiklah, langsung saja kita mulai,bagai mana Cara Menanam Pohon Gaharu
Untuk bisa menghasilkan Gaharu yg baik, proses Alam sangat membantu menjadikan Gaharu berkualitas. Dengan Jumlah yang tersedia di Alam semakin menipis dan terbatas dan juga dibutuhkan waktu yang lama, maka rekayasa manusia menggunakan tehnologi utk menghasilkan Gaharu buatan semakin diupayakan.
Pohon Gaharu merupakan substansi aromatic berupa gumpalan yang terdapat diantara sel-sel kayu dengan berbagai bentuk dan warna yang khas serta memiliki kandungan kadar damar wangi,berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu yang tumbuh secara alami dan telah mati sebagai akibat dari proses infeksi yang terjadi baik secara alami maupun buatan. Pada umunya terjadi pada pohon gaharu jenis Aquilaria spp. Gaharu juga biasa disebut dengan Karas/Alim/Garu dll.

Budidaya gaharu mempunyai trik sendiri saat memasuki usia 2 tahun perlakuan sama seperti perlakuan pada tanaman keras yang lain,seperti penyiangan,pemupukan dan pembersihan gulma serta penanganan hama.mungkin ini yang jarang dilakukan pada budidaya tanaman kayu keras yang lain.
Kayu Gaharu Related Keywords & Suggestions - Kayu Gaharu Long Tail ...
Cara Penanaman
Jarak penanaman minimal berjarak 2×3 dan ditanam saat musim penghujan.
1.Siapkan lahan : buat lubang 40 x 60
2.Taburkan pupuk kandang/organik lainnya
3.Diamkan selama 7 hari
4.Tutup lagi dengan tanah
5.Ambil bibit gaharu aquilaria
6.Sobek polibag bagian bawah,jangan buang polibag agar tanah tetap melekat
7.Masukkan bibit kedalam lubang
8.Angkat bibit, jangan ditempel pada dasar lubang

harga kayu gaharu kemedangan,
taningeblog.blogspot.com
9.Urug lubang berlahan
10.Padatkan tanah lubang
11.Tancapkan tiang untuk menahan dari goyangan angin
12.Siram dengan pupuk organik

13.tutup bawah bibit yang ditanam dengan dedaunan atau sampah organik agar tanah tidak kering

Pohon Penghasil Gaharu (Aquilaria spp.) adalah spesies asli Indoneisa. Beberapa spesies gaharu komersial yang sudah mulai dibudidayakan adalah :
  •  Aquilaria malaccensis, 
  • A. microcarpa, 
  • A.beccariana, 
  • A. hirta, 
  • A. filaria, dan 
  • Gyrinops verstegii, serta 
  • A. crassna asal Kamboja. 
KANDUNGAN DALAM KAYU GAHARU
Gaharu mengandung essens yang disebuat sebagai minyak essens (essential oil) yang dapat dibuat dengan ekstraksi atau penyulingan dari gubal gaharu. Essens gaharu ini digunakan sebagaibahan pengikat (fixative) dari berbagai jenis parfum, kosmetika, dan obat-obatan herbal. Selain itu, serbuk tatu abu dari gaharu digunakan sebagai bahan pembuat dupa/hio dan bubuk aromatherapy.Daun pohon gaharu bisa dibuat menjadi teh daun pohon gaharu yang membantu kebugaran tubuh. Senyawa aktif Agarospirol yang terkandung dalam daun pohon gaharu dapat menekan sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan efek menenangkan, teh daun gaharu juga ampuh untuk obat anti mabuk.Ampas dari sulingan minyak dari marga Aquilaria di Jepang dimanfaatkan sebagai kamfer anti ngengat dan juga mengharumkan isi lemari.

MANFAAT KAYU GAHARU
  1.  Sebagai obat nyamuk : dengan cara membakar kulit atau kayu gaharu sampai berasap.Aroma harum itulah yang tidak disukai nyamuk. (sumber : majalah Trubus). 
  2. Sebagai dupa untuk ritual keagamaan. Masyarakat di Asia Timur juga menggunakannya sebagai hio. Minyak gaharu merupakan bahan baku yang sangat mahal dan terkenal. 
  3. Sebagai industri kosmetika : seperti parfum, sabun, lotions, pembersih muka, 
  4. Sebagai obat-obatan: seperti obat hepatitis, liver, anti alergi, batuk, penenang sakit perut, rheumatik,malaria,TBC, kanker, asthma,tonikum, dan aroma therapy. 
Pohon gaharu  adalah pohon termahal didunia (2010), selain dipasarkan didalam negeri juga banyak permintaan dari Timur tengah, Thailand, India, Cina, Jepang, Amerika, danEropa.Sebanyak 2000 ton/tahun gaharu memenuhi pusat perdagangan gaharu di Singapura. Gaharutersebut 70% berasal dari Indonesia dan 30% dari negara Asia Tenggara lainnya. 

Hutan alam sudah tidak mampu lagi menyediakan gaharu. Gaharu hasil budidaya merupakan alternatif pilihan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dunia secara berkelanjutan.Jika satu pohon menghasilkan10kg gaharu (semua kelas), maka diperlukan pemanenan 200.000 pohon setiap tahunnya.Dengan harga dari Rp.500.000 s.d Rp. 30juta/kg tergantung asal spesies pohon dan kualitas pohon. Minyak gaharu yang disuling dari gaharu kelas rendah (kemedangan) memiliki harga mulai dari Rp. 50.000 s.d Rp. 100.000/ml maka keuntungan dari budidaya gaharu dapat mengubah tingkat kesejahteraan masyarakat.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa gaharu adalah substansi aromatic yang berupa gumpalan (Gubal) yang terdapat pada sel-sel kayu penghasil gaharu. Secara alami pohon gaharudapat menghasilkan gubal paling cepat usia 30 tahun, atau bahkan sampai ratusan tahun jikatidak terjadi adanya infeksi penyakit pada pohon. Gaharu terbentuk pada jaringan kayu dengan mekanisme dan proses biologis yang didahului adanya luka alami pada batang yang kemudian terinfeksi oleh penyakit.Dari sedikit uraian di atas, dapat difahami bahwa pohon penghasil gaharu tidak akan menghasilkan gaharu tanpa adanya rekayasa budi daya gaharu. Biasa di sebut Inokulasi Gaharu,yaitu proses penyuntikan penyakit dengan jalan mengebor batang pohon gaharu dan memasukan inokulan kedalamnya. Syarat inokulasi sendiri adalah diameter pohon mencapai 10-15 cm dengan umur minimal 3 tahun. Setelah proses inokulasi selama 1-3 tahun pohon gaharu siap untuk di tebang/panen.Dari pengalaman para petani gaharu mandiri / non kemitraan biasanya akan terbentur kepada biaya inokulasi yang relative mahal. Jika anda sebagai petani gaharu mandiri, dengan hanya membeli bibit gaharu di penjual bibit gaharu, kemudian menanan dan merawatnya hingga usia dan ukuran siap untuk dilakukan inokulasi, maka kami pernah menghitung biaya inokulasi untuk satu pohon berkisar 1 sampai 1.5juta rupiah per pohon. Bayangkan jika anda memiliki 100 saja pohon yang siap di inokulasi, maka biayanya minimal 100 juta.Mungkin banyak para penjual inokulan dengan harga yang relative murah, akan tetapi jika dikalkulasikan dengan tenaga dan alat untuk melakukan inokulasi jatuhnya akan sama besar,belum lagi tidak adanya jaminan bahwa proses inokulasi akan berhasil.



Saturday, February 18, 2017

Cara Mudah Budidaya Wortel

Persiapan Lahan

  • Pencangkulan tanah dilakukan hingga kedalaman 40 cm atau lebih, kemudian dibiarkan kena sinar matahari langsung, tambahkan pupuk kandang sebanyak 1,5 Kg/m2.
  • Buat bedengan dengan tinggi sekitar 15 cm, lebar 100 cm, panjang 10 cm, jarak antar bedengan sekitar 40 cm.
  • Pada bedengan buat beberapa parit dengan lebar 15 cm dan kedalaman 25 cm, serta jarak 40 cm. Isi dengan pupuk kandang sebanyak satu genggam untuk 10 m.

Penanaman


  • Buat garis memanjang pada barisan yang telah diberi pupuk kandang.
  • Taburkan pada alur tersebut biji wortel yang telah dicampur dengan pupuk kandang, agar penebarannya dapat merata dan tidak berhimpitan tumbuhnya.
  • Tutup kembali biji yang dialur dengan pukan setebal 1 cm, lalu tutupdengan jerami atau daun pisang, dibuka setelah tanaman tumbuh.
  • Pupuk pertama pada saat tanam ditaburkan pada alur memanjang dengan jarak 5 cm dari posisi tanam.

Pemeliharaan


  • Penyiraman terus-menerus hingga biji berkecambah.
  • Penjarangan dilakukan untuk tanaman yang tumbuh rapat, sehingga diperkirakan jarak tanamnya 5 cm. Lakukan juga penyiangan gulma.
  • Pembumbunan pangkal umbi yang kelihatan di permukaan tanah.
  • Tambahkan pemupukan ke dua pada saat tanaman umur 1-1,5 bulan. Terdiri dari urea 50 kg/ha dan KCl 20 kg/ha, dengan dialur 5 cm dari tanaman.
Rekomendasi pupuk untuk wortel pada tanah mineral dengan tingkat kandungan P dan K sedang

Umur
Urea
ZA
SP36
KCI
Target PH

Kg/ha/Musim Tanam
6.5
perplant
249

311
112
-
4 MST
124


56
-
6 MST
124


56
-

Pengendalian Hama dan Penyakit


  • Pengendalian hamHPT dilakukan bila prlu saja, yaitu bila terlihat gejala adanya serangga atau penyakit. Untuk tindakan preventif disemprotkan pestisida setiap minggu setelah tanam dengan insektisida, dosis sesuai anjuran. Insektisida yang digunakan diantaranya Desis atau Antrakol.

Panen


  • Panen pada umumnya sekitar umur 3-4 bulan, tergantung varietasnya. Saat panen yang tepat umbi tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
  • Pemanenan dilakukan secara hati-hati. Sebaiknya tanah digemburkan dahulu lalu umbi dicabut atau dapat juga dengan bantuan garpu.

Pasca Panen
Perlakuan pasca panen adalah sebagai berikut :


  • Setelah dikumpulkan umbi dicuci bersih dengan air yang mengalir, sambil dilakukan seleksi. Kemudian tiriskan diatas para-para hingga kering.
  • Bila tempat penjualan tidak terlalu jauh, umbi diikat dengan daunnya dengan berat sekitar 1,1-1,3 kg.
  • Bila tempat penjualanya jauh, daun dipotong sampai pangkal, deikian juga ujung umbi yang kecil. Dengan tujuan memudahkan dan meringankan saat pengangkutan.


SUMBER:

Budidaya